Belanda Gempur Karawang, Jawa Barat 1947
Pada 9 Desember 1947, tentara Belanda mengepung Rawagede dan menggeledah setiap rumah. Namun mereka tidak menemukan sepucuk senjata pun. Mereka kemudian memaksa seluruh penduduk keluar rumah masing masing dan mengumpulkan di tempat yang lapang. Penduduk laki laki diperintahkan untuk berdiri berjejer, kemudian mereka ditanya tentang keberadaan para pejuang Republik. Namun tidak satu pun rakyat yang mengatakan tempat persembunyian para pejuang tersebut.
Maka diputuskanlah untuk menghajar desa ini untuk dijadikan pelajaran bagi desa desa lain. Desa ditembaki dengan mortir. Hujan yang mengguyur mengakibatkan genangan darah membasahi desa tersebut. Yang tersisa hanya wanita dan anak-anak. Setelah tentara Belanda meninggalkan desa tersebut, para wanita menguburkan mayat mayat dengan peralatan seadanya. Pemerintah Belanda diwakili Duta Besar untuk Indonesia, Tjeerd de Zwaan, menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada para keluarga korban kasus Rawagede, di Desa Balongsari Karawang Jawa Barat.
Tjeerd de Zwaan menyebut 9 Desember diingat sebagai hari peringatan atas peristiwa pembunuhan dalam aksi yang dilakukan oleh militer Belanda. itu merupakan hari yang tragis, dan merupakan contoh yang ekstrim dari hubungan antara Indonesia dan pemerintah Belanda dan berjalan dengan salah pada saat itu. ''Saya di sini tidak hanya atas nama pemerintahan Belanda, tetapi kehadiran saya juga didukung oleh parlemen dan warga Belanda. ''Pemerintah Belanda membuat pernyataan beberapa waktu lalu untuk menutup bagian yang sangat sulit. Sehubungan dengan itu, saya atas nama pemerintah Belanda meminta maaf atas tragedi yang terjadi di Rawagede pada 9 Desember 1947,'' kata Tjeer de Zwaan sambil meneteskan air mata.
Pada 14 September 2011, Pengadilan Den Haag menyatakan Pemerintah Belanda bersalah, dan harus bertanggung jawab. Pemerintah Belanda diperintahkan membayar kompensasi bagi korban dan keluarganya. Jumlah kompensasi per orang sebesar 20 ribu euro atau sekitar Rp240 juta. Wanti, janda korban peristiwa Rawagede mengaku lega pemerintah Belanda akhirnya secara resmi telah meminta maaf atas peristiwa tersebut. Wanti yang merupakan istri almarhum Sarman salah seorang korban mengatakan akan menggunakan uang kompensasi untuk membeli rumah dan naik haji.



Komentar
Posting Komentar